Tampilkan postingan dengan label galaksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label galaksi. Tampilkan semua postingan
Galaksi Terjauh Ditemukan
Astronom dari Jepang mengklaim telah menemukan galaksi terjauh dari
Bumi dengan jarak 12,72 miliar tahun cahaya. Menggunakan teleskop yang
terletak di Hawaii, peneliti mengintip kembali dari titik awal
terjadinya Big Bang miliaran tahun lalu.
“Hal ini menunjukkan bahwa galaksi telah ada pada tahap awal alam
semesta, yaitu sejak 1 hingga 13,7 miliar tahun yang lalu,” ungkap tim
Astronom.
Sebelumnya, peneliti dari NASA telah mengumumkan penemuan galaksi
yang jaraknya 13,1 miliar tahun cahaya. Akan tetapi, menurut peneliti
dari Jepang, hal ini belum dikonfirmasi kebenarannya.
Dengan menggunakan Teleskop Subaru yang terletak di Hawaii, peneliti dari Graduate University of Advanced Studies dan National Astronomical Observatory menemukan cluster galaksi yang diharapkan mampu menjadi petunjuk.
“Kami mengharapkan penemuan ini dapat memberikan petunjuk tentang
struktur alam semesta dan bagaimana galaksi berkembang,” jelas peneliti.
Jika penemuan oleh astronom ini benar adanya, maka ini akan menggeser
galaksi XMMXCS J2215.9-1738 yang selama ini masih menjadi galaksi yang
terjauh dari Bumi.
Ada Miniatur Tata Surya
Pada 11 Januari 2012, para astronom mengumumkan temuan akan sebuah miniatur tata surya atau sistem planet yang terdiri atas tiga planet.
Galaksi Mengubah "Sampah" Menjadi Bintang
Upaya mengubah sampah menjadi barang yang berguna tak cuma dilakukan manusia, tetapi juga galaksi-galaksi di semesta, termasuk Bimasakti.
Demikian kesimpulan Kate Rubin dari Max Planck Institute for Astronomy di Heidelberg, Jerman setelah mengamati 100 galaksi pada jarak 5-8 miliar tahun cahaya dengan Teleskop Keck I di Hawaii.
Hasil pengamatannya menunjukkan bahwa ada 6 galaksi yang menarik kembali gas di ruang angkasa. Material gas yang ditarik semula berasal dari ledakan supernova maupun radiasi bintang.
"Sampah" galaksi yang ditarik kembali tersebut akan diubah menjadi bintang yang sama sekali baru.
Rubin memperkirakan, Bimasakti mengubah material setara dengan massa Matahari untuk menciptakan bintang baru tiap tahun.
Namun, Bimasakti tak punya bahan baku cukup untuk melakukannya selama miliaran tahun sehingga melakukan daur ulang.
Menurut Rubin, jumlah galaksi yang melakukannya sebenarnya lebih banyak. Hanya saja, kesulitan observasi membuat astronom juga sulit memastikannya.
Ia mengatakan, temuan ini bisa menjadi dukungan pada teori daur ulang galaksi.
"Ini kepingan puzzle dan bukti penting bahwa daur ulang kosmos bisa memecahkan misteri bahan baku yang hilang," kata Rubin seperti dikutip Space, Rabu (14/3/2012).
"Galaksi UFO" di Rasi Lynx
Teleskop antariksa Hubble berhasil menangkap citra galaksi spiral NGC 2683. Bentuk galaksi tersebut menyerupai pesawat alien yang kerap digambarkan dalam film fiksi ilmiah sehingga astronom di Astronaut Memorial Planetarium and Observatory menjulukinya "Galaksi UFO".
Citra yang ditangkap Hubble menunjukkan rupa galaksi jika dilihat dari samping. Sudut pandang ini memberi kesempatan bagi astronom untuk melihat detail debu di tepian dan siluet warna keemasan di tengah galaksi.
Citra ini dirilis NASA, Jumat (30/3/2012) lalu. Dalam citra galaksi ini, astronom juga bisa melihat bahwa NGC 2683 ini kaya akan bintang muda dan panas yang ditunjukkan dengan warna biru.
NGC 2683 ditemukan pada 5 Februari 1788 oleh astronom ternama, William Herschel. Galaksi ini mendiami rasi Lynx, rasi yang terlihat begitu redup sehingga membutuhkan mata sensitif untuk mengobservasi benda langit yang ada di areanya.
Instrumen Advanced Camera for Surveys yang ada pada teleskop antariksa Hubble menangkap citra galaksi ini dalam gelombang sinar tampak dan inframerah.
Langganan:
Postingan (Atom)