Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kehilangan 500 batu dari
Bulan yang selama ini menjadi koleksi. Bukan hanya batu, tapi juga
meteorit, pecahan komet, dan benda-benda luar angkasa lain yang hilang
atau diambil orang sejak tahun 1970.
Jumlah
ini termasuk 218 sampel dari Bulan yang sempat dicuri dan dikembalikan.
Serta sekitar dua lusin batu dari Bulan dan pecahannya yang dilaporkan
juga hilang tahun lalu, demikian dilansir Agen Inspeksi Umum NASA, Kamis
(8/12).
Kehilangan ini disebabkan beberapa
faktor, di antaranya kelalaian dan kurangnya kontrol dalam kepemilikan.
Saat ini , NASA sudah meminjamkan 26 ribu sampel dari Bulan yang
dibagikan pada pihak peneliti dan beberapa museum. Namun, proses
pengembaliannya selalu terkendala kelalaian antar petugasnya.
Sebagai
contoh saat NASA meminjamkan sampel dari Bulan pada Observatorium
Astronomi Delaware. Para peneliti di Delaware mengklaim sudah
mengembalikan contoh tersebut, namun belum kembali ke tangan NASA.
Sesudah insiden ini, NASA melakukan audit pada koleksi luar angkasanya.
Di
luar kasus tersebut, ternyata diketahui pula 19 persen dari peminjaman
pada kaum peneliti juga berakhir dengan hilangnya sampel karena
kelalaian si peminjam. Sebab ada peneliti 'nakal' yang menghancurkan
sampel atau meminjamkan batu-batu tersebut.
Contoh
yang hilang atau dihancurkan termasuk 22 meteorit dan 2 meteor yang
didapat dari misi yang dilakukan dengan susah payah. Bahkan ada dua
kasus di mana si peneliti masih memiliki sembilan batu Bulan yang
didapatnya sejak 35 tahun lalu dan 10 pecahan meteor sejak 14 tahun
lalu.
Meski demikian, ini tidak membuat NASA
kapok dalam meminjamkan asetnya kepada pihak lain. Hanya saja kali ini
mereka akan memiliki rekomendasi yang lebih spesifik agar sampel yang
dipinjamkan mudah dilacak." NASA tidak menganggap harta karun nasional
ini dalam kondisi resiko tinggi," kata juru bicara NASA, Michael
0 comments:
Posting Komentar